select a language

Tampilkan postingan dengan label calon penghuni neraka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label calon penghuni neraka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Mei 2012

Celaka yang Mengabaikan Shalat (part 2)


            Lovers Of Islam—

artinya : “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari

Jumat, 18 Mei 2012

Celaka yang Mengabaikan Shalat


                Lovers Of Islam—Golongan-golongan orang yang terancaman masuk neraka ialah mereka yang menyia-nyiakan dan meninggalkan shalat. Karena itu janganlah mengira kita selamat dari bahaya neraka hanya karena merasa diri sebagai orang Islam. membaca dua kalimat syahadat dianggap telah cukup. jika shalatnya buruk, maka tak akan terlepas dari siksa neraka. orang yang mengaku Islam tapi meninggalkan shalat atau mengabaikannya, maka ia tergolong sesat. adapun sesat adalah neraka.

 
 







Artinya : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS. Maryam 59)

Rabu, 01 Februari 2012

Balasan Bagi Pembunuh


Golongan lain yang menjadi calon penghuni neraka adalah mereka yang membunuh orang lain dengan cara sengaja. Sedangkan orang yang dibunuh itu tidaklah berdosa; orang yang beriman. Pembunuh-pembunuh inilah yang kelak menjadi penghuni neraka secara kekal. Mereka tidak mengenal kesudahan atau batas akhir. Didalamnya mereka mendapat siksa yang sangat pedih.
“barang siapa yang membunuh orang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, ia kekal didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS An-Nisa 93)
“orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain bersama Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, pasti dia mendapat (balasan) dosanya. Akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan ia akan kekal didalam azab itu, dalam keadaan hina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal shalih. (QS Al-Furqan 68-70)
“oleh karna itu, kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa barang siapa yang membunuh manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan orang itu membuat kerusakan dibumi; maka seakan-akan dia telah membunuh manusia semuanya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS Al-Maidah 32)
Tidak dibernarkan bagi seorang muslim untuk membunuh orang lain kecuali karna 3 sebab, sebagaimana telah dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim yang berasal dari Ibnu Masud r.a. bahwa Rasulullah saw. Bersabda : “tidak dibenarkan menumpahkan darah orang muslim bagi siapapun yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan AKU nabiNYA, kecuali dalam 3 perkara, yaitu nyawa untuk nyawa (dalam kasus pembunuhan), orang yang telah menikah yang berzina,dan orang yang meninggalkan agamanya dan mengabaikan jamaah tersebut.”
Sementara itu dalam hadist berasal dari Ibnu Umar menerangkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda : “orang beriman mempunyai kesempatan masuk surge yang demikian besar asalkan dia tidak menumpahkan darah yang diharamkan (untuk ditumpahkan).”
Hadist riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa Rasulullah saw. Bersabda : “jauhilah olehmu 7 macam dosa besar, yaitu membunuh orang yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar.” Ada seseorang bertanya. “dosa apakah yang lebih besar disisi Allah itu?” Rasulullah saw. Menjawab, “menyekutukan Allah, padahal Allah itu lah yang menciptakan kamu” orang tersebut bertanya lagi, “kemudian apa lagi?” Rasulullah saw. Menjawab, “membunuh anakmu karena kau takut member makan kepadanya (takut miskin).” Orang tersebut bertanya lagi, “apa lagi?” Rasulullah saw. Menjawab, “engkau berbuat zina dengan istri tetanggamu!” lalu Rasulullah saw. Membacakan ayat yang artinya, “dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar dan tidak berzina…” lalu Rasulullah saw. Bersabda, “apabila ada dua orang muslim saling berhadap-hadapan bertengkar dengan menggunakan pedangnya (untuk saling membunuh), maka yang membunuh dan dibunuh keduanya masuk neraka,” orang itu berkata, “wahai Rasulullah, betul bagi pembunuhnya, tetapi mengapa orang yang dibunuh juga masuk neraka?” Nabi menjawab, “sebab dia juga ingin membunuh kawannya itu.”
Jika dua orang sesame muslim saling bertengkar, kemudian salah satunya terbunuh, maka baik yang terbunuh maupun yang membunuh sama-sama masuk neraka. Sebab yang terbunuhpun semula berusaha ingin membunuh lawannya. Hanya saja orang yang membunuh akan menanggung dosanya sendiri dan dosa dari orang yang dibunuh.
“ceritakanlah kepada mereka kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang merdeka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, “aku pasti membunuhmu” berkata habil, “sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa. sungguh kalau kamu menggerakan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sungguhnya aku takut kepada Allah tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kami kembali dengan (membawa) dosa (membunuhmu) dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang dzalim. (QS Al-Maidah 27-29)
Membunuh identik dengan kafir. Berarti disediakan siksa yang setaraf kaum musyrikin di neraka. Rasulullah saw. Pernah bersabda, “janganlah kamu menjadi kafir sepeninggalanku dengan cara membunuh sebagian yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. Menegaskan, “di antara dosa-dosa yang paling besar ialah menyekutukan Allah, membunuh orang dan bersumpah palsu.”
Dari beberapa dalil di atas, baik Al-Qur’an maupun hadits, jelaskan bagi kita bahwa membunuh termasuk dosa besar. Dosanya setingkat dengan kufur kepada Allah dan setaraf dengan dosa sumpah palsu. Kelompok orang-orang yang demikian itulah kelak aka disiksa di neraka dengan tanpa batas akhir. Mereka kekal di dalalmnya.

Kamis, 26 Januari 2012

Golongan Musyrikin


           Lovers of islam- Golongan musyrikin adalah orang-orang yang menyekutukan Allah dengan yang lain. Ada juga yang mengartikan syirik adalah kufur, sehingga kaum musyrikin sama dengan kaum kafir. Menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain merupakan dosa yang sangat besar. Tempatnya di neraka untuk selama-lamanya. Mereka tak akan ada harapan lagi untuk keluar dari sana dan tak ada harapan pula mendapat pertolongan.
            Syirik ada dua macam, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar ialah perbuatan menganggap sesuatu adalah tuhan, kemudian di sembah-sembah dan di puja-puja. Tidak sedikit calon Penghuni neraka karena perbuatannya menyembah binatang, patung, laut, bahkan memuja-muja kiai. Ini namanya syirik besar. Dan yang demikian itu telah disinggung oleh Allah dalam Al-Qur’an :
            “sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang menyekutukan-NYA dan (tuhan) menganpuni dosa selain itu bagi orang yang dikehendaki oleh-NYA….” (QS An-Nisa’ 48)
            Orang menyekutukan Allah dengan cara memuja sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan atau kekuatan—menyelamatkan dengan kekuasaan Allah--, maka hal itu merupakan kejahatan yang sangat besar. Merupakan kedzaliman yang besar.
            Orang-orang semacam ini akan diharamkan masuk surga. Artinya, mereka pasti akan dijebloskan ke neraka untuk selama-lamanya. Jika telah sampai dihari pengadilan, maka mereka baru membuktikannya bahwa ancaman Allah itu tak mungkin bisa berubah.
            “sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan surge baginya dan ia ditempatkan di dalam neraka. (QS Al-Maidah 72)
            Kaum musyrikin atau kafir tidak hanya dijumpai pada saat jaman jahiliyah saja. Namun sekarangpun banyak diantara kita yang masih ternyemar dengan kekufuran. Disadari atau tidak, memuja kuburan, mengkultuskan kiai atau ulama merupakan perbuatan musyrik. Tidak mempecayai adanya ayat-ayat Allah—baik dalam Al-Qur’an maupun tanda-tanda sunatullah--, merupakan kemusyrikan. Ini adalah kesombongan yang dapat mengantarkan nasib ke jurang neraka.
            “dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya. (QS Al-A’raf 36)
            Kenyataan yang sering kita jumpai bahwa banyak orang yang tekun menjalankan shalat, tetapi ia masih mempercayai bahwa cincin yang mereka kenakan itu bertuah, memiliki kekuatan. Sehingga jika ia tidak mengenakannya akan merasa terancam keselamatannya. Ini adalah syirik. Ada pula yang suka shalat tetapi masih gemar pergi kedukun untuk menanyakan nasib dan menghitung-hitung hari keberuntungan. Ada juga yang menganggap seseorang—kiai atau ulama—mempunyai kekeramatan, sehingga tanpa mereka, ibadahnya tidak sampai kepada Allah. Sesungguhnya kenyatan-kenyataan yang demikia ini adalah sesuatu kemusyririkan yang tak disadari. Kemusyrikan yang pasti akan mendorong dirinya masuk neraka.
            Syirik kecil juga berbahaya. Syirik kecil adalah riya’. Bentuknya ialah jika kita beramal ibadah tetapi mengharapkan pujian dari orang lain. Tidak sedikit di antara kita terjebak dengan syirik kecil ini. Misalnya orang berangkat haji dengan biaya yang sangat banyak, tetapi ia berharap agar harga dirinya menjadi lebih tinggi. Orang melakukan shalat dengan tekun tetapi di dalam hatinya ingin di puji-puji, agar dikatakan bahwa dia adalah ahli ibadah. Orang melantunkan ayat Al-Qur’an, ingin agar dianggap pembaca Al-Qur’an yang hebat. Orang menyumbang atau berinfak pada pembangunan masjid, tetapi ia ingin dianggap sebagai orang dermawan. Kenyatan-kenyatan seperti itulah yang disebut syirik kecil.
            Allah berfirman :
                        “barang siapa yang ingin bertemu dengan Allah, hendaklah ia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatu dengan dia sedikitpun. (QS Al-Khafi 10)
            Maksud dari “menyekutukan Allah” pada ayat tersebut ialah menyekutukan dengan amalannya. Dengan amal ibadahnya seseorang ingin dipuji, itulah yang disebut dengan menyekutukan Allah.
            Pernah suatu ketika Rasulullah saw. Berdabda “jauhilah oleh syirik kecil!” para sahabatnya bertanya, “ya Rasul, apakah yang dimaksud dengan syirik kecil itu?” Rasulullah saw. Menjelaskan, “Riya” beliau saw. Kemudian berkata lagi, “besok dihari pembalasan Allah berkata    : pergilah kepada orang yang memuji amalmu ketika kamu masih berada di dunia, dan lihatlah apa kamu menjumpai pahala dari mereka?” HR Ahmad, Baihaqi dan At Thabarani.
            Dalam hadist riwayat muslim dan ibnu majah, diterangkan bahwa Rasulullah saw. Menyampaikan firman Allah, “barang siapa berbuat sesuatu perbuatan yang menyekutukan AKU dengan yang lain, maka amalannya itu akan kembali kepada yang disekutukan itu dan AKU cuci tangan dari padanya.”
            Manusia itu sangat tergantung kepada Allah maha pencipta. Segala kebutuhan tentang hidup semuanya ada ditanganNYA. Di sisi lain Allah memerintahkan agar kita berbakti dan taat terhadap perintah dan menjauhi laranganNYA. Melakukan amal ibadah merupakan sesuatu pengabdian. Namun jika amalan ibadah itu ditunjukan bukan karena Allah, maka hal itu sebuah kejahatan. Artinya, betapa manusia tidak tahu diri dan tidak tahu balas budi.
            Jika sudah demikian, maka pantaslah Allah akan “tersinggung” dan marah. Tapi sifat Allah berbedah dengan sifat manusia. Ia tidak tersinggung dan marah. Hanya saja, perbuatan manusia itu kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Beramal ibadah yang disertai riya’ merupakan penghinaan kepada Allah.
            Amal ibadah yang disertai riya’ di dalam hati, maka di sebut syirik. Amal ibadah tersebut tidak akan mendapatkan pahala dan tidak akan diperhitungkan oleh Allah. Bahkan amalan itu akan berubah menjadi siksa dan akan ditemparkan ke pelakunya.
            Amal kebaikan yang dicemari dengan perasaan tersebut, maka akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu,Rasulullah saw. Bersabda “banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga, dan banyak juga orang yang berdiri untuk shalat malam yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya jaga malam saja”, (HR Ibnu Majah dan Hakim).
            Banyak orang yang rajin beribadah tetapi hanya mendapatkan siksa. Semua itu karena dicemari oleh riya’; ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Amal perbuatan mereka itu tidak di terima Allah, berubah menjadi debu yang di tiup angin.

Sabtu, 21 Januari 2012

Tahukah Engkau Apa Itu Neraka (terakhir)


Lovers of islam-untuk meninyiram bagian tubuh yang panas itu. Namun di neraka, apa yang diharapkan itu akan terbalik. Angin yang berhembus tak lagi member kesejukan atau tak lagi mengurangi kadar panasnya api neraka. Air yang diharapkan justru akan membakarnya.
            Betapa mengerikan suasana di neraka. Air disana disebut Al Hamim karena panas mendidih. Udara disebut As Sammum karena merupakan angin yang panas, dan asap tebal disebut Al Yahmuum, karena tidak lagi meneduhkan melainkan asap neraka yang panasnya luar biasa.
            Kelak senua manusia dihadapkan dihari pengadilan. Mereka akan menerima buku (catatan) amal perbuatan mereka. Jika catatan baik, ia beruntung karena akan masuk surge. Jika buku catatannya buruk, ia pasti dijebloskan ke neraka. Digambarkan bahwa api neraka itu sangat panas.
            “dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas. (QS Al-Qariah 8-11)
            Jika di dunia, seseorang terkena terik matahari maka ia ingin bernaung. Jika ada awan atau asap tebal diatasnya, ia akan bergembira karna panas matahari menjadi berkurang. Atau ia menjadi sejuk karena naungan asap tebal itu. Namun dineraka tidak demikian. Naungan dineraka yang berupa asap tebal itu tidak menyejukkan dan tidak menyenangkan. Sebab kepulan asap hitam itu menambah penderitaan mereka. Al-Qur’an menggambarkan hal itu :
            “pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.” Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan ia seperti iringan unta yang kuning. (QS Al-Mursalaat 30-33)
            Dari ayat tersebut bisa digambarkan bawha awan yang menaungi orang-orang dineraka itu tidak membawa kesejukan. Bahkan percikan apinya saja sebesar bangunan istana. Percikan itu berlangsung secara terus-menerus atau susul menyusul. Disebut pada ayat itu bagian unta berwana kuning beriringan. Ini berarti bahwa warna kuning adalah pijar api panas yang terpercik dari asap tebal tersebut.
            “AKU akan memasukan ke dalam neraka saqar. Tahukah kamu, apakah neraka saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (neraka saqar) adalah pembakar kulit manusia. (QS Al-Mudatsir 26-29)
            Saqar ridak meninggalkan dan tidak membiarkan, artinya bahwa api neraka itu membakar habis tak tersisah terhadap orang-orang yang durhaka kepada Allah. Ia menghancurkan sesuatu yang ada di dekatnya sampai lumat dan meleleh. Nabi saw. Bersabda, “api yang ada di dunia ini adalah sepertujuh puluh bagian dari api neraka.” Seseorang bertanya, “ya Rasulullah, cukuplah demikian?” beliau bersabda, “api neraka itu seperti 69 bagian yang ditambah satu bagian api yang kita kenal ini.” (HR Bukhari)
            Semenjak diciptakannya neraka, Allah kemudian menyulut api didalamnya. Api itu selama-lamanya tak pernah padam. Setiap kali api neraka itu hendak padam, maka ditambah api kobarannya sehingga makin panas dan besar.
            “setiap kali nyala api jahanam itu akan padam, maka kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. (QS Al-Isra’ 98)
            Orang-orang di dunia mengkufuri Allah, syirik dan melakukan dosa-dosa besar, maka ia tak akan pernah istirahat dalam menerima siksa, meskipun sekejap saja. Siksaannya tidak pernah berkurang. Kalau sudah demikian, tak seorangpun dapat menolong mereka.
            “maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (QS Al-Baqarah 86)
            Di atas neraka berdiri para malaikat yang sama sekali tidak ramah. Wajahnya menakutkan dan terkesan garang. Ia sangat jahat terhadap orang-orang yang berdosa. Malaikat-malaikat itu sangat patuh dan tak pernah membangkang perintah Allah swt.
            Jika orang-orang berdosa dihadapkan kepadanya, maka malaikat itu dengan kasar dengan keras akan menyembutnya. Ia menghajar dan menyiksa orang-orang berdosa tanpa merasa kasihan sedikit pun. Pendeknya, malaikat neraka itu sangat menyeramkan. Orang-orang berdosa yang dihadapkan ke malaikat tersebut tak ubahnya terdakwah yang akan dihukum pancung dihadakan ke algojo.
            “wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNYA kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim 6)
            Malaikat penjaga itu ada Sembilan belas jumlahnya. Tetapi kesembilan itu merupakan malaikat utama. Mereka memiliki bawahan-bawahan atau anggota. Sehingga jumlah malaikat penjaga neraka itu sama banyaknya dengan orang-orang yang disiksa disana.
            Tentang jumlah malaikat penjaga neraka, disebutkan dalam Al-Qur’an :
                        “aku akan memasukannya kedalam (neraka) saqar. Tahukah kamu apa (neraka) saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (neraka saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada Sembilan belas (malaikat penjaga). (QS Al-Mudatsir 26-30)
            Dan tiada kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir (QS Al-Mudatsir 31)
            Itulah gambaran tentang neraka yang sangat mengerikan. Tidak takutkah kita dengan peringatan Allah itu? Bagi orang-orang yang percaya, tentu sudah cukup memiris hati katika mendengar cerita tentang kedahsyatan neraka.
Suka Lovers Of Islam ? Follow @dikutip